Total Tayangan Laman

Senin, 14 Februari 2011

asuhan keperawatan keluarga

PENGKAJIAN

A.      IDENTITAS KELUARGA
1.    Nama Keluarga                       :   Ny. S
2.    Umur                                       :   56 th
3.    Alamat                                     :   Kelurahan S. Kecamatan P. Kabupaten P.
4.    Pekerjaan                                 :   Pedagang cengkeh
5.    Pendidikan                              :   SMA
6.    Tanggal Pengkajian                 :   5  November 2010
7.    Komposisi Keluarga
No.
Nama
(Akhir Depan)
Jenis kelamin
Hubungan
Umur
Pekerjaan
Pendidikan
1.
Ny. St
P
KK
56 th
Pedagang
SMA
2.
Ny. S
P
Anak
31 th
Penjahit
SMA
3.
Sdr. A
P
Anak
21 th
Mahasiswa
Perguruan Tinggi
4.
Tn. K
L
Menantu
35 th
Guru SD
S1
5.
An. A
P
Cucu
8 th
Pelajar
SD









Oval: An. AOval: Ny. S
Tn. K
 
Oval: Sdr. AOval: Ny. StOval: Ny. S
Tn. B
 
Oval: Ny. M
Tn. W
 
Tn. B
 
Oval: Ny. M
Tn. T
 
Tn. G
 
Oval: Ny. YGenogram















Text Box: Sehat




Text Box: Pernah Typoid


Text Box: Sehat




Text Box: Sehat





Text Box: Sehat
 











Keterangan :
Ny. S pernah dirawat di rumah sakit karena sakit typoid dan hipotensi. Pada saat sakit typoid klien dan keluarga tidak mendapatkan salinan hasil laboratorium untuk penyakitnya. Klien sempat dirawat selama ± 1 minggu dan setelah sembuh klien tidak pernah kontrol karena merasa tidak ada keluhan yang serius. Saat sakit klien rutin minum obat dari resep dokter namun setelah itu klien tidak lagi minum obat dari resep dokter dan saat kadang-kadang timbul keluhan klien membeli dan mengkonsumsi obat dari toko / tanpa resep dokter.
Ny. S sering mengeluh pusing, terutama di antara kedua matanya dan dibagian tengkuk. Tensi klien pernah sampai 80/70 mmHg. Klien mengatakan, ia sudah biasa dengan tensi rendah.
8.    Type Keluarga             :           Single Family
9.    Latar Belakang Etnis ( Budaya )
a.    Latar belakang etnis keluarga atau anggota keluarga :
Jawa, keluarga masih menganut nilai dan kaidah budaya Jawa.
b.    Tempat tinggal keluarga :
     Semua masyarakat di wilayah / lingkungan sekitar tempat tinggal keluarga Ny. St adalah etnis Jawa. Masyarakat di sekitar tempat tinggal Ny. St adalah bersifat homogen.
c.    Kegiatan-kegiatan keagamaan, sosial, budaya, rekreasi, pendidikan :
     Ada beberapa kegiatan lingkungan yang masih berhubungan erat dengan nilai etnis di antaranya selamatan, tingkeban, mitoni, dll.
d.   Kebiasan-kebiasaan diet dan berbusana :
            Ny. St dan anak-anak serta menantu juga cucunya sudah berbusana modern. Pola diit keluarga masih menganut nilai tradisional.
e.    Struktur kekuasaan keluarga :
            Pengambil keputusan adalah kepala keluarga tetapi sebelumnya melalui proses musyawarah bersama anggota keluarga yang tinggal dalam satu rumah.
f.     Penggunaan jasa-jasa perawatan kesehatan keluarga dan praktisi :
            Menurut keterangan Ny. St, jika ada keluarga yang sakit maka akan diberi obat yang dibeli dari toko namun jika tidak segera sembuh akan dibawa ke tempat praktek mantri / perawat di dusun S. Menurut anggota keluarga tidak ada masalah dalam pemanfaatan layanan kesehatan.
g.    Penggunaan bahasa sehari-hari di rumah :
            Bahasa yang digunakan adalah bahasa Jawa, kadang-kadang menggunakan Bahasa Indonesia saat berbicara dengan orang asing. Tidak ada hambatan dalam berkomunikasi dalam keluarga khususnya penggunaan bahasa.
10. Identifikasi Religius  
a.    Keyakinan beragama mereka :
            Seluruh anggota keluarga menganut agama Islam dan memiliki pandangan yang sama dalam praktik keyakinan beragama.
b.    Keaktifan keluarga tersebut terlibat dalam kegiatan agama atau organisasi-organisasi keagamaan lain :
            Anggota keluarga aktif dalam kegiatan keagamaan di lingkungan seperti yasinan 1 minggu sekali.
c.    Keluarga menganut agama :
            Semua anggota keluarga menganut agama Islam.
d.   Kepercayaan-kepercayaan dan nilai-nilai keagamaan yang dianut dalam kehidupan keluarga terutama dalam hal kesehatan :
            Menurut Ny. St bahwa penyakit adalah takdir yang digaris oleh Yang Maha Kuasa dan akan selalu mengupayakan kesembuhan. Tidak ada nilai-nilai keyakinan yang bertentangan dengan kesehatan.
11.    Status Kelas Sosial (Berdasarkan pekerjaan, pendidikan dan pendapatan)
Jumlah pendapatan per bulan.
Tidak pasti, rata-rata Rp 900.000,00 – Rp 1.350.000,00
Sumber-sumber pendapatan per bulan :          -   Hasil dagang cengkeh + nunggu toko.
-      Hasil menjahit.
-      Hasil gaji sukuan guru.
Jumlah pengeluaran per bulan             : Rp 1.000.000,00 – Rp 1.250.000,00
Sumber pendapatan belum mencukupi kebutuhan keluarga, sehingga kekurangannya dipenuhi oleh anak dan menantunya, namun tetap masih belum cukup bila digunakan untuk berobat.
12.    Aktifitas rekreasi atau waktu luang.
Menonton TV, mengasuh cucu, tidur, memelihara kelinci dan ikan, bebek, ayam, menunggu toko, mengobrol dengan tetangga.  
   
RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA
1.      Tahap perkembangan keluarga saat ini.
Tahap VI, dimana anak pertama sudah berkeluarga dan memiliki 1 anak usia sekolah namun anak pertama masih tinggal satu rumah. Keluarga Ny. St tidak mengalami kesulitan dalam mengambil keputusan.
2.      Sejauh mana keluarga memenuhi tugas-tugas perkembangan yang sesuai dengan tahap perkembangan saat ini.
Semua sudah dilalui hanya pada tahap VI masih belum lengkap karena keluarga anak pertama masih tinggal satu rumah, anak terakhir juga masih tinggal satu rumah.
3.      Riwayat keluarga mulai lahir hingga saat ini, termasuk riwayat perkembangan dan kejadian-kejadian dan pengalaman-pengalaman kesehatan yang unik atau yang berkaitan dengan kesehatan (perceraian, kematian, hilang, dll) yang terjadi dalam kehidupan keluarga :
Menurut Ny. St anak pertamanya pernah dirawat di Rumah Sakit karena sakit Thypoid dan hipotensi. Tetapi Ny. St mengatakan didalam keluarganya tidak ada yang pernah mengalami penyakit seperti yang diderita oleh Ny. S anaknya tersebut. Tensi Ny. S pernah sampai 80/70 mmHg dan Ny. S sering merasa pusing terutama bila terlalu capek. Perut Ny. S juga sering terasa perih, Ny. S sering mual namun tidak sampai muntah.
Tn. T suami Ny. St sudah meninggal ± 12 tahun yang lalu karena sakit infeksi pada mandibula. Sebelumnya Tn. T pernah dirawat selama ± 7 hari di RS dan akhirnya meninggal dunia.
4.      Keluarga asal kedua orang tua ( seperti apa kehidupan keluarga asalnya, hubungan masa silam dan saat denagn orang tua dari kedua orang tua)
Keluarga asal dari kedua orang tua kegidupannya menganut budaya dan adat istiadat jawa, tidak ada konflik antara anggota keluarga. Menurut keterangan Ny. St keluarga baik-baik saja dan tidak ada konflik.
DATA LINGKUNGAN
1.        Karakteristik rumah.
a.    Gambar type tempat tinggal (rumah, apartemen, sewa kamar, dll) :
Jalan kampung, type tempat tinggal rumah.
Status rumah yang sedang ditinggali adalah milik sendiri
b.    Kondisi rumah. (Interiror dan Eksterior)
Interior : rumah terdiri dari ruang tamu, 3 kamar tidur, dapur, kamar mandi, tempat sholat, toko, gudang dan ruang makan. Di bagian depan rumah terdapat teras yang dipinggirnya terletak pot-pot bunga. Penatan perabot rumah terkesan cukup rapi ventilasi dan penerangan baik, lantai dari keramik tembok permanen kuat dan dapat melindungi suhu dingin maupun gangguan keamanan yang lain, namun atap rumah sering bocor  saat hujan, untuk kamar tidur bagian depan dan tengah baik ventilasi maupun penerangan sudah adekuat, namun untuk kamar belakang ventilasi dan pencahayaan kurang.
c.    Dapur terkesan bersih namun cukup sempit dan bisa dilalui 2-3 orang, sumber bersih dari PDAM, alat masak lengkap dan bersih karena tiap habis dipakai selalu dicuci. Tidak terdapat alat pengaman untuk kebakaran. Penempatan alat-alat dapur tidak terjangkau anak-anak kecil sehingga tidak membahayakan.
d.   Kamar mandi terkesan bersih, lantai dari tekel, bak mandi dikuras 1 bulan sekali terlihat berlumut dan tidak terdapat jentik-jentik nyamuk. Peralatan mandi lengkap dan tiap anggota keluarga memiliki alat mandi sendiri.
e.    Hunian tempat tidur untuk satu kamar maksimal 2 orang, privasi orang yang ada di kamar terjamin karena kamar memiliki pintu dan kunci, ada baju-baju digantung di kamar dan menurut keluarga itu sudah biasa.
f.     Ada binatang peliharaan yang dipelihara di kandang belakang rumah dan kolam disamping rumah. Binatangnya ada ikan, kelinci ayam, dan bebek. Saat pengkajian tidak ada serangga yang berkeliaran.
g.    Keluarga mengatakan mereka merasa aman tinggal di rumah dan dapat melakukan kegiatan dengan leluasa. Keluarga merasa aman karena sudah ada pintu dan kunci yang kuat.
h.    Anggota kelurga mengtakan bahwa, mereka dapat melakukan aktivitas dengan leluasa dan tidak merasa terganggu dari luar.
i.      Rumah relatif aman dari resiko kecelakaan ataupun ancaman kriminal. Jarak rumah dengan jalan raya ± 10 meter. Pintu kuat dan jalan didepan rumah bklien sepi/jarang dilalui kendaraan besar sehingga resiko kecelakaan kecil.
j.      Evaluasi adekuat pembuangan sampah, jelaskan!
Sampah keluarga dikelola sendiri oleh keluarga. Mulanya dikumpulkan di tempat sampah lalu ketika sampah sudah terkumpul banyak selanjutnya sampah dibakar. Keluarga merasa tidak ada masalah dalam pembunagan sampah.
k.    Anggota keluarga merasa puas dengan penataan rumahnya.
l.      Ada kaleng-kaleng berserakan disamping rumah, dan klien tahu resiko dari adanya kaleng tersebut yaitu bisa jadi sarang nyamuk Demam Berdarah, namun keluarga merasa masih belum sempat memindahkan kaleng-kaleng tersebut dan sudah biasa membuang kaleng di situ.
2.       Karateristik Lingkungan dan komunitas lingkungan yang lebih luas.
 a. Karateristik fisik oleh lingkungan yang paling dekat dan komunitas yang lebih luas.
§  Type lingkungan/ komunitas :
Subkota, kondisi geografis termasuk desa berada di wilayah dusun di salah satu kecamatan di kota P.
§  Type tempat tinggal :
Hunian daerah di sekitar tempat tinggal keluarga Ny St rata-rata rumah tangga
§  Keadaan tempat tinggal dan jalan raya :
Akses jalan raya ke tempat Ny. St adalah jalan yang sudah diaspal dan masih cukup baik.
§  Sanitasi jalan, rumah :
Untuk limbah cair di salurkan ke got.yang airnya agak tergenang namun sebagianmasih bisa mengalir. Untuk sampah dikelola keluarga sendiri mulanya dibuang di tempat sampah lalu dikumpulkan dan dibuang atau dibakar di samping rumah.namun kaleng diletakkan berserakan di samping rumah.
§  Adanya jenis-jenis industri di lingkungan :
     Tidak ada, lingkungan di sekitar tempat tinggal Ny St tidak didapatkan adanya industri atau kegiatan yang dapat menimbulkan industri.
b. Karakteristik demografis dari lingkungan dan komunitas.
§  Kelas sosial dan karakteristik etnis penghuni :
Sebagian besar/seluruhnya dihuni oleh etnis jawa.
§  Perubahan-perubahan secara demografis yang berlangsung belakangan ini di lingkungan atau komunitas :
Ada tetangga meninggal.pindah atau menikah/pendatang baru.
c. Pelayanan-pelayanan kesehatan dan pelayanan-pelayanan social apa yang ada dalam lingkungan dan komunitas   :
§  Fasilitas ekonomi (warung, took, atau pasar) :
Ada, semua fasilitas tersebut terjangkau kecuali apotik.
§  Lembaga-lembaga Kesehatan (Klinik-klinik, rumah sakit dan fasilitas gawat darurat)
Rumah sakit ada tapi di kabupaten agak jauh kurang lebih 25 km dengan fasilitas gawat darurat. Ada puskesmas, bidan, perawat dan dokter. Praktek yang mudah terjangkau.
§  Lembaga-lembaga pelayanan sosial. (Kesejahteraan, Konseling, pekerjaan) : Tidak ada
d. Sekolah-sekolah di lingkungan/komunitas dapat diakses dan kondisinya sekolah Tk, SD, SMP, SMA dan SMK dapat diakses dengan mudah dari tempat tinggal dan keadaanya baik.
§  Fasilitas-fasilitas rekreasi yang dimiliki di daerah ini :
Tidak ada, fasilitas rekreasi paling dekat ada di kecamatan yang berbatasan dengan Ny. St dan keluarga tinggal.
§  Tersedianya transportasi umum. Bagaimana pelayanan-pelayanan fasilitas-fasilitas tsb dapat diakses ( dalam arti jarak, kecocokan, dan jam, dll ) kepada keluarga :
Ada, angkutan umum dari tempat tinggal Ny St ada dalam jarak yang terjangkau yaitu kol pik up dan ojek.
§  Kejahatan di lingkungan dan komunitas, masalah keselamatan yang serius :
Menurut keterangan anggota keluarga, selama ini tidak pernah terjadi masalah yang mengancam  keselamatn seperti keselamatan atau kejahatan.
3.    Mobilitas geografis keluarga
a.    Sudah berapa lama keluarga tinggal di daerah ini.
Sejak Ny St masih kecil sampai sekarang tidak pernah pindah sekitar 56 tahun.
b.    Apakah serinh pindah-pindah tempat tinggal ?
Tidak pernah, sejak kecil sampai berkeluarga, Ny St tetap tinggal di daerah ini.
4.    Hubungan keluarga dengan fasilitas-fasilitas di komunitas.
a. Anggota keluarga yang sering menggunakan fasilitas kesehatan.
Ny. St pernah masuk RS dan kadang periksa ke mantri karena merasa pusing dan mual. Ny. St pernah periksa ke dokter karena linu-linu.
b. Frekuensi atau sejauh mana mereka menggunakan pelayanan dan fasilitas :
Ny. S periksa ke mantri hanya jika merasa sakitnya tidak sembuh setelah minum obat dari toko.
Ny St periksa ke dokter hanya sekali karena merasa linu-linu di kakinya sudah serius sampai sulit berjalan.
Pemanfaatan lembaga-lembaga yang ada di komunitas untuk kesehatan keluarga. (JPS, JPKM, dana sehat, Akses LSM) :
Tidak memanfaatkan karena merasa tidak perlu.
c.    Pandangan Keluarga terhadap komunitasnya :
Keluarga merasa tidak ada masalah saat berinteraksi dengan lingkungan, merasa diterima dan bisa menyesuaikan diri.
5.         Sistem Pendukung atau jaringan sosial keluarga :
Yang menolong keluarga pada saat keluarga membutuhkan bantuan dukungan konseling, aktifitas-aktifitas keluarga (sebutkan lembaga formal atau informal : informal : teman dekat, tetangga, Formal : Lembaga resmi pemerintah maupun swasta/ LSM )
STRUKTUR KELUARGA            
1.        Pola Komunikasi.
§   Mayoritas pesan anggota keluarga sesuai dengan isi dan instruksi-instruksi pesan dapat diterima oleh seluruh anggota keluarga.
§   Setiap kebutuhan dan perasaan seluruh anggota keluarga dapat disampaikan dengan jelas.
§   Setiap anggota keluarga dapat memberikan respon setelah pesan disampaikan.
§   Pesan yang disampaikan tidak memiliki kesulitan untuk diterima anggota keluarga.
§   Bahasa yang digunakan dalam keluarga :
Bahasa yang digunakan adalah bahasa jawa, keluarga tidak mengalami kesulitan dalam penerimaan pesan.
§   Komunikasi keluarga berlangsung setiap hari, anggota keluarga berinteraksi secara langsung.
§   Pesan-pesan emosional (afektif) disampaikan dalam keluarga : terbukti secara langsung dalam bahasa lisan.
§   Jenis-Jenis emosi yang disampaikan dalam keluarga :
Marah, senang, gembira, sedih.
§   Emosi yang disampaikan secara negative, positif, atau keduanya, kadang marah bila ada kesalahpahaman. Dan emmberikan pujian saat salah satu anggota keluarga mendapatkan prestasi. Motivasi juga sering diberikan.
§   Bagaimana Frekuensi dan fasilitas komunikasi yang berlangsung dalam keluarga ? jelaskan !
Interaksi antar anggota keluarga yang berada dalam satu rumah berjalan dengan baik dan intensitasnya sering untuk anak, Ny st yang sedang bersekolah/ kuliah di kota kabupaten dan kadang kost intensitas pertemuanya 3x seminggu.
§   Pola-pola umum apa yang digunakan menyampaikan pesan-pesan  penting : Langsung, dengan bahasa lisan.
§   Tidak ada disfungsional emosi dan komunikasi, komunikasi antar anggota keluarga berjalan baik tanpa kesulitan.
§   Tidak ada hal-hal/masalah dalam keluarga yang tertutup untuk didiskusikan.
2.    Struktur Kekuasaan
a)         Keputusan dalam keluarga
§  Yang membuat keputusan dalam keluarga :
Kepala keluarga melalui musyawarah dengan seluruh anggota keluarga.
§  Yang memutuskan dalam penggunaan keuangan keluarga :
Kepala keluarga dengan pertimbangan anggota keluarga yang tinggal satu rumah.
§  Yang memutuskan dalm masalah pindah pekerjaan atau tempat tinggal :
Individu yang bersangkutan.
§  Yang mendisiplinkan dan memutuskan kegiatan-kegiatan anak :
Kepala keluarga.
§  Cara keluarga dalam mengambil keputusan berada di tangan kepala keluarga tapi dibicarakan dengan musyawarah.
§  Keluarga merasa puas dengan pola pengambilan keputusan tersebut :
Ya, setelah pengambilan keputusan tidak ada masalah dalam keluarga.
b)        Dasar kekuasaan apa anggota keluarga membuat keputusan :
Berdasarkan kekuatan dan musyawarah.
c)    Tidak ada yang mendominasi kekuasaan hanya struktur tertinggi dipegang oleh kepala.
3.    Struktur Peran
Struktur Peran Formal
Posisi dan peran formal apa pada setiap anggota keluarga:
§  Peran-peran formal anggota keluarga.
Ny St berperan sebagai pencari naskah dan kepala keluarga dan IRT
Ny S sebagai IRT dan penjahit, pengasuh anak
Sdr A sebagai mahasiswi dan anak
Tn K sebagai menantu, guru SD pencari nafkah
An A sebagai pelajar, dan anak
§  Tidak ada konflik peran dalam keluarga.
Struktur Peran Informal
§  Peran-peran informal dalam keluarga :
Ada, Ibu Ny St mengatur kebersihan rumah, Ny St dan  Tn K ikut mencari nafkah, mengasuh cucu dan anak, Ny S mengasuh anak Sdr A mengasuh keponakan, bersih-bersih, An A belajar.
§  Yang memainkan peran-peran tersebut :
Semua anggota keluarga tanpa kecuali.
§  Tujuan dari peran-peran informal yang dijalankan keluarga adalah :
Saling membantu
§  Bila peran-peran informal bersifat disfungsional, yang melaksanakan peran-peran ini pada generasi sebelumnya :
Tidak ada.
§  Pengaruh/dampak terhadap orang yang memainkan peran-peran tersebut;
Ada, Ny St sering mengeluh nyeri pada kaki dan pinggang karena sering mengangkati karung-karung cengkeh/cengkeh dalam karung.
Analisa Model Peran
§  Yang menjadi model dalam menjalankan peran dikeluarga :
Kepala Keluarga, Ny St
§  Pengaruh status sosial keluarga dalam pembagian peran keluarga :
Tidak
§  Budaya masyarakat, agama mempengaruhi dalam pembagian peran keluarga.
§  Peran yang dijalankan oleh anggota keluarga tidak sesuai dengan tahap perkembangannya, karena Ny S yang sudah berkeluarga dengan Tn K masih tinggal serumah dengan Ny St.
§  Masalah-masalah kesehatan yang mempengaruhi  peran-peran keluarga :
Bila di dalam anggota keluarga ada anggota keluarga yang sakit peran digantikan oleh keluarga yang tidak sakit.
§  Pengaturan kembali peran-peran baru dalam keluarga (sehubungan dengan adanya yang sakit, meninggal, pisah, pindah dll) :
Tidak ada pengaturan secara khusus.
§  Anggota keluarga dapat menjalankan peran yang baru.
§  Tidak ada bukti tentang stress dan konflik akibat peran
§  Tidak ada respon anggota keluarga yang sakit bereaksi terhadap perubahan/ hilangnya peran.
4. `  Nilai-nilai keluarga
a. Ada kesesuaian antara nilai-nilai keluarga dengan kelompok atau komunitas yang lebih luas. Nilai-nilai yang ada dikeluarga tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang ada dikeluarga tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang ada di masyarakat.
b. Perlu/penting adanya nilai sebagai patokan dalam kehidupan sehari-hari
c. Semua nilai dianut secara sadar
d. Tidak ada konflik nilai yang menonjol dalam keluarga
e. Kelas sosial keluarga  rata-rata adalah pekerja dan nilai budaya yang mempengaruhi adalah budaya jawa.
f. Keluarga menganggap sakit sebagai cobaan, menganggap dirinya sakit jika ada keluhan.
FUNGSI KELUARGA
1.      Fungsi Afektif
Pola kebutuhan keluarga (respon)
a)         Anggota keluarga merasakan kebutuhan-kebutuhan individu-individu lain dalam keluarga
b)        Orang tua (suami/istri) mampu menggambarkan kebutuhan-kebutuhan psikologis anggota keluarganya
c)         Anggota keluarga tidak memiliki orang yang dipercaya dalam keluarga  untuk memenuhi kebutuhan psikologisnya
d)        Kebutuhan-kebutuhan, keinginan-keinginan, perbedaan dihormati oleh anggota keluarga yang lain
e)         Dalam keluarga ada saling menghormati satu sama lain
f)         Keluarga sensitif terhadap persoalan-persoalan setiap individu
Saling memperhatikan (Mutual Naturance) keakraban dan identifikasi
g)        Sejauh mana anggota keluarga memberi perhatian satu sama lain :
Jika ada salah satu anggota keluarga yang melakukan kesalahan, anggota keluarga yang lain saling mengingatkan
h)        Mereka saling mendukung satu sama lain
i)          Terdapat perasaan akrab dan intim diantara lingkungan hubungan keluarga
j)          Anggota keluarga menunjukkan kasih saying satu sama lain.
Keterpisahan dan keterikatan
k)        Keluarga merasa berat bila ada anggota keluarga yang meninggalkan rumah karena lebih senang berkumpul bersama
l)          Keluarga merasa adanya keterikatan yang erat antara satu dengan yang lainnya.
2.      Fungsi sosialisasi
§  Ada otonom setiap anggota dalam keluarga:
Ada, Ny St memiliki kekuasaan untuk mengatur/mengambil keputusan bagi anak, cucu dan menantunya. Begitu pula anggota keluarga yang lain
§  Ada saling ketergantungan dalam keluarga
§  Yang menerima peran/tanggung jawab memelihara anak dan membesarkan anak adalah Ny St, Ny S dan Tn K
§  Fungsi ini dipikul bersama
§  Tidak ada pengaturan secara khusus pembagian tanggung jawab
§  Faktor social budaya yang mempengaruhi pola-pola membesarkan anak :
Ada, pola asuhnya tetap menggunakan pola asuh jawa/orang jawa
§  Keluarga saat ini tidak mempunyai masalah/resiko dalam mengasuh anak
§  Lingkungan rumah cukup memadai bagi anak-anak untuk bermain (cocok dengan tahap perkembangan anak)
§  Ada peralatan/permainan anak-anak yang cocok dengan usia.
3.      Fungsi perawatan kesehatan
a.       Keyakinan-keyakinan, nilai-nilai dan perilaku keluarga:
§  Nilai-nilai apa yang dianut keluarga terkait dengan kesehatan:
Keluarga beranggapan bahwa sakit itu adalah bila mempunyai penyakit yang sudah parah
§  Kekonsistenan antara nilai-nilai kesehatan keluarga dengan perilakunya:
Ya, keluarga baru menggunakan layanan kesehatan bila timbul keluhan yang sangat mengganggu
§  Kegiatan-kegiatan apa saja yang dapat meningkatkan kesehatan yang dilaksanakan dalam keluarga :
Ny St bila sakit ke mantri, bila sakit beli obat sendiri dan Ny S bila sakit pergi ke mantri. Hal itu dilakukan bila keluhan tidak segera sembuh setelah minum obat dari toko.
§  Perilaku dari semua anggota keluarga mendukung peningkatan kesehatan keluarga :
Ny St minum kopi, Ny S jarang periksa kesehatan, makan sedikit tanpa resep dokter. Keluarga tidak mematuhi aturan alit misalnya Ny St sering makan tinggi purin dan garam, Ny S senang makan makanan pedas dan buah mentimun.
b.      Definisi keluarga tentang sehat/sakit dan tingkat pengetahuan mereka :
§  Keluarga mendefinisikan kesehatan dan sakit bagi anggota keluarga :
Keluarga menganggap sakit jika ada keluhan yang cukup parah.
§  Keluarga dapat melaporkan dan mengobservasi gejala-gejala dan perubahan-perubahan penting pada anggota yang sakit :
Ny. S mampu mengenali gejala-gejala hipotensi (tekanan darah rendah) dan thypoid, Ny. St tahu bahwa jika ia bekerja terlalu berat maka kakinya akan menjadi linu-linu.
§  Sumber-sumber informasi kesehatan dari anggota keluarga dan dari TV.
c.       Status kesehatan keluarga dan kerentanan terhadap sakit yang diras / diketahui :
§  Keluarga mengetahui bahwa anggota keluarga mengalami masalah kesehatan
§  Masalah-masalah kesehatan yang saat ini diidentifikasi oleh keluarga :
Ny. St sering nyeri pada kaki tetapi tidak tahu pengertiannya. Ny. S menderita sakit hipotensi dan pernah sakit thypoid tapi Ny. S tahu cara mencegahnya dan ia sebenarnya tahu kalau tidak boleh makan makanan asam dan pedas tapi Ny. S tetap saja makan karena suka dan ia juga tetap makan mentimun karena menurutnya enak dan segar.
§  Masalah kesehatan yang dianggap serius / penting oleh keluarga :
Sakit yang diderita Ny. S yaitu thypoid dan hipotensi.
§  Tindakan-tindakan yang telah dilakukan keluarga terhadap masalah kesehatan saat ini :
Mengantarkan ke pusat pelayanan kesehatan, mantra bila ada keluhan serius dan sempat. Untuk ke dokter keluarga tidak melakukannya karena menganggap itu terlalu mahaldan keuangan kurang mencukupi.
d.      Praktek diet keluarga
§  Keluarga mengetahui tentang makanan yang bergizi
Keluarga mengetahui jika saat makan sehari-hari harus ada nasi, sayur, lauk dan buah.
§  Diet keluarga memadai :
Semua anggota keluarga makan cukup teratur 3X sehari, Ny. S pola makannya hanya sedikit ± ½ piring.
§  Yang bertanggung jawab terhadap perencanaan, belanja dan penyiapan makanan :
Ny. St dan Ny. S
§  Makanan disiapkan dengan digoreng / direbus.
§  Jenis makanan yang dikonsumsi keluarga setiap hari :
Nasi, sayur, lauk dengan kecenderungan asam dan pedas.
§  Tidak ada pembatasan-pembatasan anggaran :
Tidak ada pengaturan khusus untuk belanja sehari-hari
§  Makanan disimpan pada tempat yang benar memiliki lemari makanan khusus
§  Jadwal makan keluarga :
3X sehari, tidak ada waktu khusus untuk selingan.
e.       Kebiasaan tidur dan istirahat
§  Jam keluarga biasa tidur :
Ny. St tidur jam 14.00-15.00 dan jam 21.00-04.30
Ny. S dan Tn. K tidur jam 13.00-14.00 dan jam 21.00-04.30
Sdr. A dan An. A tidur jam 13.00-14.00 (kadang-kadang jika pulang kuliah / sekolah) dan jam 21.00-04.30
§  Jumlah jam tidur setiap anggota keluarga cukup / tidak :
Ny. S sering kurang tidur karena menyelesaikan jahitannya.
§  Tidak ada kesulitan tidur pada keluarga
§  Anggota keluarga tidur di kamar
f.       Latihan dan rekreasi
§  Keluarga tidak menyadari bahwa rekreasi dan olahraga aktif sangat bermanfaat bagi kesehatan
§  Jenis-jenis rekreasi dan aktivitas-aktivitas fisik apa yang anggota keluarga atau hanya anggota tertentu :
Ya, saat nonton TV seluruh keluarga biasanya berkumpul di ruang keluarga.
g.      Kebiasaan penggunaan obat-obatan dalam keluarga
§  Ada kebiasaab Ny. St dan Ny. S membeli dan mengkonsumsi obat dari took tanpa resep dokter
§  Ny. St dan Tn. K suka minum kopi, Ny. S suka makan buah mentimun dan makan makanan pedas dan asam
§  Keluarga menyimpan obat-obatan dalam jangka waktu cukup lama dan menggunakannya kembali
§  Obat-obatan diberi label secara tepat dan berada di tempat yang aman jauh dari jangkauan anak-anak
h.      Peran keluarga dalam perawatan diri
§  Tindakan keluarga untuk memperbaiki status kesehatan :
Berobat bila sakit parah / ada keluhan yang cukup mengganggu
§  Tindakan keluarga ntuk mencegah sakit / penyakit yang tidak ada
§  Yang membuat keputusan dalam bidang kesehatan dalam keluarga :
Setiap anggota keluarga yang sudah dewasa.
§  Keluarga tidak tahu cara merawat bila thypoid dan hipotensi Ny. S kambuh, dan saat Ny. St kambuh sakit keju dan linunya
i.        Praktik lingkungan
§  Keluarga saat ini tidak terpapar polusi udara, air, suara dari lingkungan
§  Anggota keluarga tidak menggunakan pestisida cairan pembersih, lem, pelarut, logam berat dan racun dalam rumah
§  Pola keluarga dalam mandi, cuci, penggunaan jamban
Mandi 2X sehari, penggunaan alat mandi disendirikan, cuci 2-3X sehari, penggunaan jamban secara bergiliran.
j.        Cara-cara pencegahan secara medis
§  Pendapat keluarga tentang kondisi sehat :
Sehat jika tidak ada keluhan.
§  Pemeriksaan terakhir terhadap kesehatan yang dilakukan
Ny. S 3 bulan yang lalu karena terasa pusing dan sangat mual.
§  Status imunisasi dari keluarga pada bayi, balita, ibu hamil :
Lengkap untuk balita dan ibu hamil.
k.      Praktek kesehatan gigi
§  Keluarga tidak pernah memeriksakan kesehatan gigi karena tidak pernah ada keluhan yang serius
§  Keluarga melakukan perawatan gigi 2X sehari, dengan gosok gigi
§  Tidak ada kebiasaan makan manis (cokelat, permen)
l.        Riwayat kesehatan keluarga
§  Ny. St sakit keju linu pada kali, Ny. S sakit hipotensi dan thypoid, dan di keluarga Ny. St tidak ada yang mnderita penyakit seperti Ny. St dan Ny. S.
§  Tidak Ada riwayat-riwayat penyakit keluarga yang berhubungan dengan lingkungan
m.    Pelayanan perawatan kesehatan yang diterima :
§  Anggota keluarga saat ini tidak sedang dalam perawatan
§  Tidak ada anggota keluarga yang bertemu dengan tenaga kesehatan hanya anggota keluarga yang sakit pada saat periksa
n.      Perasaan dan persepsi menyangkut pelayanan perawatan kesehatan :
§  Perasaan keluarga terhadap jenis-jenis pelayanan perawatan kesehatan bagi keluarga yang tersedia dalam komunitas :
Ny. S memiliki kecenderungan periksa ke puskesmas rawat inap dank e mantra karena menganggap biayanya lebih murah.
§  Keluarga memiliki pengalaman masa lalu dengan pelayanan perawatan kesehatan yang keluarga terima :
Keluarga mengatakan saat Ny. St rawat inap di puskesmas hasilnya memuaskan.
§  Keluarga merasa puas, nyaman, dan percaya dengan perawatan yang diterimanya dari pemberian pelayanan kesehatan
§  Apa sikap dan harapan keluarga terhadap peran perawat :
                             Keluarga berharap perawat bersikap ramah.
o.        Pelayanan kesehatan darurat
§  Keluarga tahu di mana pelayanan darurat terdekat (menurut syarat-syaratnya) baik untuk anak-anak maupun anggota keluarga yang dewasa :
                 Ke puskesmas, rawat inap dan RSU
§  Keluarga tidak tahu cara memanggil ambulans dan perawatan medis / paramedic
§  Keluarga tidak memiliki suatu perencanaan kesehatan darurat
p.      Sumber pembiayaan :
§  Keluarga akan membayar pelayanan kesehatan dengan sebagian uang pribadi keluarga, dan sebagian dengan askes
§  Keluarga memiliki asuransi askes
§  Keluarga mendapat pelayanan gratis
q.      Transportasi untuk mendapatkan pelayanan kesehatan :
§  Jarak fasilitas kesehatan terjangkau dengan kendaraan umum ± 10 menit dari rumah
§  Alat transportasi yang digunakan :
                 Keadaan umum, kadang memakai sepeda motor
§  Waktu menggunakan angkutan umum tidak ada masalah yang timbul dalam hubungannya dengan jam pelayanan dan lamanya perjalanan ke fasilitas pelayanan kesehatan

STRESS DAN KOPING KELUARGA
Ø  Stress jangka panjang (>6 bulan) dan jangka pendek (<6 bulan) yang saat ini terjadi pada keluarga :
Stressor jangka panjang : Ny S sakit hipotensi dan seharusnya rutin control
dan masalah ekonomi keluarga juga saudara A yang harus sekolah kuliah dengan biaya yang cukup besar.
Stressor jangka pendek : hasil jualan saat ini berkurang, cengkeh murah.
Ø  Keluarga dapat mengatasi stressor :
Bisa, sakit yang diderita Ny S dan Ny St dianggap sebagai cobaan dan diupayakan penyebuhannya dengan berobat.
Ø  Keluarga mengatasi masalah tersebut dengan melakukan upaya pengobatan
Ø  Strategi koping yang digunakan oleh keluarga untuk menghadapi tipe – tipe masalah dengan minta bantuan anak – anaknya.
Ø  Koping keluarga terhadap masalah – masalah mereka sekarang saling terbuka dalam membiasakan masalah – malasah masing – masing dan mencari solusinya bersama – sama.





















PENGKAJIAN FISIK KELUARGA

No
Pemeriksaan Fisik
Nyonya S
Nyonya St
Saudara A
Tuan T
Anak A
1
Keadaan umum
-    Baik
-    Tampak sehat tapi kadang merasa nyeri pada kaki tampak ideal
-   Baik
-   Agak pucat
-   Tampak agak kurus
-    Baik
-    Badan ideal
-      Baik
-      Tampak agak gemuk
-    Baik
-    Tampak agak kurus
2
Tanda – tanda vital
-   TD … mm Ng
-    N … X/mnt
-    S … 0C
-    RR … X/mnt


-    140/90
-    80
-    36
-    20


-    90/80
-    88
-    37
-    22


-    110/90
-    88
-    36
-    24


-   120/80
-   90
-   36
-   20


-    110/80
-    90
-    36
-    20
3
Antropmetri
-     TB … cm
-    BB … kg

-   159
-   54

-    150
-    44

-    152
-    47

-   170
-   80

-    130
-    30
4
Kepala
-    Bentuk

-    Rambut



-    Kulit kepala
-    Kelainan

-    Lonjong
-    Simetris
-     Merata putih (uban)
-    Tidak rontok

-    Tidak luka
-    Tidak ada

-    Lonjong
-    Simetris
-    Merata

-    Tidak rontok

-     Tidak luka
-    Tidak ada

-   Bulat
-   Simetris
-    Merata

-   Tidak Rontok
-   Tidak luka
-   Tidak ada

-    Bulat
-    Simetris
-    Merata

-    Tidak
Rontok
-    Tidak luka
-    Tidak ada

-    Lonjong
-    Simetris
-    Merata

-    Tidak
Rontok
-    Tidak luka
-    Tidak ada
5
Mata
-     Konjungtiva
-     Simetris
-     Visus

-    Merah
-    Simetris
-    4/6

-    Pucat
-    Simetris
-    5/6

-    Merah
-    Simetris
-    6/6

-   Merah
-   Simetris
-   6/6

-    Merah
-    Simetris
-    6/6
6
Hidung
-     Tulang hidung
-     Septum nasi
-     Lubang hidung

-    Tidak Bengkok

-    Tidak berdarah

-    Tidak
Bengkok

-    Tidak berdarah

-    Tidak
Bengkok

-    Tidak berdarah

-    Tidak
Bengkok

-    Tidak berdarah

-    Tidak
Bengkok

-    Tidak berdarah
7
Telinga
-    Ukuran
-    Lubang telinga
-    Pendengaran

-    Sedang
-    Tidak berdarah
-    Baik 

-    Sedang
-    Berdarah

-    Baik

-    Sedang
-    Tidak berdarah
-    Baik 

-    Sedang
-    Tidak berdarah

-    Baik

-    Sedang
-    Tidak berdarah
-    Baik
8
Mulut
-    Bibir

-    Gigi

-    Gusi
-    Tonsil

-    Tidak sianosis
-    Tidak caries

-    Tidak luka
-    Tidak membesar  

-    Tidak sianosis

-    Tidak caries

-    Tidak luka
-    Tidak membesar

-    Tidak sianosis
-    Tidak caries
-    Tidak luka
-    Tidak membesar  

-    Tidak sianosis

-    Tidak caries

-    Tidak luka
-    Tidak membesar  

-    Tidak sianosis
-    Tidak caries
-    Tidak luka
-    Tidak membesar  
9
Leher
-     Kelenjar tyroid

-    Tidak membesar

-    Tidak membesar

-    Tidak membesar

-    Tidak membesar

-    Tidak membesar
10
Integument dan kuku
-     Integumen



-     Kuku


-    Tidak luka
-    Tidak ada penyakit kulit
-    Tidak sianosis  


-    Tidak luka
-    Tidak ada penyakit kulit

-    Tidak sianosis  


-    Tidak luka
-    Tidak ada penyakit kulit
-    Tidak sianosis  


-    Tidak luka
-    Tidak ada penyakit kulit

-    Tidak sianosis  


-    Tidak luka
-    Tidak ada penyakit kulit
-    Tidak sianosis  
11
Thorak
-     Paru


-     Jantung

-    Tidak ada suara tambahan 
-    Tidak ada pembesaran jantung  

-    Tidak ada suara tambahan 
-    Tidak ada pembesaran jantung  

-    Tidak ada suara tambahan 
-    Tidak ada pembesaran jantung  

-    Tidak ada suara tambahan 
-    Tidak ada pembesaran jantung  

-    Tidak ada suara tambahan 
-    Tidak ada pembesaran jantung  
12
Abdomen
-    Tidak ada benjolan
-    Tidak ada nyeri abdomen
-    Tidak ada asites   
-    Tidak ada benjolan
-    Tidak ada nyeri abdomen

-    Tidak ada asites
-    Kadang mual
-    Kadang perih 
-    Tidak ada benjolan
-    Tidak ada nyeri abdomen
-    Tidak ada asites   
-    Tidak ada benjolan
-    Tidak ada nyeri abdomen

-    Tidak ada asites    
-    Tidak ada benjolan
-    Tidak ada nyeri abdomen
-    Tidak ada asites   
13
Muskulokeletal
-    Tidak odem
-    Tidak atropi

-    Kadang nyeri pada kaki
-    KKO : S 
-    Tidak odem
-    Tidak atropi

-    KKO : S 
-    Tidak odem
-    Tidak atropi
-    KKO : S 
-    Tidak odem
-    Tidak atropi

-    KKO : S  
-    Tidak odem
-    Tidak atropi
-    KKO : S 
14
Nevrologis
-    CM
-    R Fis : +
-    R Pat : -
-    CM
-    R Fis : +
-    R Pat : -
-    CM
-    R Fis : +
-    R Pat : -
-    CM
-    R Fis : +
-    R Pat : -
-    CM
-    R Fis : +
-    R Pat : -
15
Pemeriksaan penunjang
-    Tidak ada
-    Widal 3 bulan Y L tapi menyimpang hasilnya
-    Tidak ada
-    Tidak ada
-    Tidak ada
16
Penatalaksanaan terapi
-    Tidak ada
-    Tidak ada
-    Tidak ada
-    Tidak ada
-    Tidak ada



ANALISA DATA
Nama KK        : Ny. St
Umur               : 56 tahun

No.
Analisa Data
Penyebab
Masalah
1
2
3
4
1.





































2.



























3.
DS : Keluarga mengatakan :
-          Ny. Stidak rutin kontrol karena merasa tdak ada keluhan yang serius. Obat yang diminum dari toko dan bukan dari resep dokter. Namun jika penyakit/ keluhan klien bertambah parah dan tidak berkurang setelah minum obat dari toko keluarga/ atau keluarga baru membawa Ny. S ke mantri desa / puskesmas rawat inap kaena menganggap pelayanan kesehatan lebih murah.
-          Ny. S pernah dirawat dirumah sakit karena sakit thypoid dan hipotensi.
-          Untuk biaya berobat kedokter dirasakan keluarga terlalu mahal dan keuangan keluarga tidak mencukupi
-          Keluarga baru menggunakan layanan kesehatan bila sakit parah dan ada keluhan yang sangat serius dan mengganggu.
-          Ny.S sering mengeluh pusing terutama bila terlalu capek
-          Ny.S uga sering merasa mual dan perutnya perih setelah maka makanan pedas dan asam
-          TD : 90/80 mmHg. Klien sua makan pedas dan asam.
-          Ny.S memiliki kecenderungan memeriksaka diri ke mantri/ puskesmas karea menganggap pelayanan ditempat tersebut memuaskan dan lebih murah.
DO :
-          Stressor jangka panjang :
Ny. S sakit hipotensi dan pernah sakit thipoid
-          Jarak pelayanan kesehatan terjangkau oleh keluarga

DS : Keluarga mengatakan :
-          Ny.S pernah dirawat dirumahsakit karena penyakit hipotensi dan thypoid
-          Keluarga mengatakan tahu cara mencegah penyakit hipotensi dan thypoid seperti yang diderita Ny.S
-          Ny.S sebenarnya tahu ia tidak boleh makan  makanan pedas dan asam juga makan buah mentimun tapi Ny.S tetap makan jenis makanan tersebut karena ia suka jenis makanan tersebut
-          Jika keluarga mersa sakit, keluarga akan membeli obat-obatan dari toko tanpa resep dokter dan baru meminta / menscari bantuan pelayanan kesehatan saat sakit parah / ada keuhan yang serius dan terlalu mengganggu. Ny. S periksa ke mantri hanya jika merasa sakitnya tidak sembuh setelah minum obat dari toko.
-           
-          Pernah memperoleh  info agar tidak makan makan terlalu asam, pedas dan buah mentimun

DO :
-          Ny.S sekolah SMA
-          TTV : TD :90/80 mmHg
N :88 x/mnt
S :37˚C
RR :22 x/mnt

DS : Keluarga mengatakan :
-          Biasa menggantungkan baju-baju dikamar
-          Keluarga mengatakan meguras bak mandi ± 1 bulan sekali namun tidak ada jentik-jentik nyamuk
-          Keluarga meletakkan kaeng-kaleng bekas disamping rumah dan sebenarnya keluarga sudah tahu akibat adanya kaleng-kaleng tersebut yaitu bisa mnjadi sarang nyamuk Aides aigepty penyebab DB namun keluarga merasa belum smpat memindahkan kaleng-kaleng tersebut dan sudah biasa meletakkan kaleng-kaleng bekas disitu
-          Keluarga merasakan tidak ada masalah dalam pemeliharaan rumah dan lingkungan rumah.
DO :
-          Ada baju-baju tergantung dalam keluarga tersebut
-          Ada kalengkaleng bekas berserakan disamping  rumah
-          Bak mandi terlihat agak berlumut.
Kurangnya kemampuan finansial kelarga



































Kurangnya motivasi keluarga


























Kurangnya kemauan keluarga dalam menjaga sanitasi lingkungan rumah
Perilaku mencari bantuan kesehatan tidak efektif


































Perubahan pemeliharaan kesehatan

























Resiko terjadi masalah kesehatan (demam berdarah)


PRIORITAS MASALAH
Nama KK        : Ny. St
Umur                : 56 th
Dx Keperawatan : Perilaku mencari bantuan kesehatan tidak efektif b/d kurangnya kemampuan finansial keluarga.

No
Kriteria
Perhitungan Skor
Bobot
Pembenaran
1.





2.




3.





4.
Sifat masalah :
Aktual




Kemungkinan masalah dapat diubah :
Sebagian

Potensial masalah untuk dicegah :
Cukup


Menonjolnya masalah-masalah :
Keluarga tidak menganggap sebagai masalah
3/3 x 1 = 1





½ x 2 = 1




2/3 x 1 = 2/3





0/2 x 1 = 0
1





2




1





1
Keluarga menganggap berobat bila sakitnya sudah parah/tidak sembuh setelah meminum obat dari toko dan timbul gejala/keluhan yang sangat serius/mengganggu.

Pengetahuan keluarga tentang fasilitas kesehatan cukup baik, sumber dana tidak mencukupi.


Kemungkinan masalah kesehatan akan muncul cukup dicegah bila keluarga mampu memanfaatkan fasilitas kesehatan yang mudah dijangkau.


Keluarga tidak mengatakan adanya masalah.


Jumlah Skor
2 2/3



Dx. Keperawatan : Perubahan pemeliharaan kesehatan b/d kurangnya motivasi keluarga.

No
Kriteria
Perhitungan Skor
Bobot
Pembenaran
1.





2.




3.




4.
Sifat masalah :
Aktual




Kemungkinan masalah dapat diubah :
Sebagian

Potensial masalah untuk dicegah :
Cukup

Menonjolnya masalah-masalah :
Masalah dirasakan tetapi tidak perlu segera ditangani.
3/3 x 1 = 1





½ x 2 = 1




2/3 x 1 = 2/3




1/2 x 1 = ½
1





2




1




1
Keluarga sudah tahu penyakitnya dan pola-pola hidup sehari-hari yang kurang menjaga kesehatan. Ny. S tetap mengkonsumsi makanan asam, pedas dan mentimun

Keluarga kurang motivasi dalam memelihara kesehatan. Sikap kurang mendukung tetapi ada keinginan untuk tetap sehat.

Kemungkinan kekambuhan penyakit typoid dan hipotensi cukup bisa dicegah bila motivasi keluarga dapat ditingkatkan.

Keluarga menganggap sakit bila keluhan sudah parah.

Jumlah Skor
3 1/6






Dx.  Keperawatan : Resiko terjadi masalah kesehatan (DB) b/d kurangnya kemauan keluarga dalam menjaga sanitasi lingkungan rumah.


No
Kriteria
Perhitungan Skor
Bobot
Pembenaran
1.



2.





3.





4.
Sifat masalah :
Resiko


Kemungkinan masalah dapat diubah :
Sebagian


Potensial masalah untuk dicegah :
Cukup


Menonjolnya masalah-masalah :
Keluarga tidak menganggap sebagai masalah
2/3 x 1 = 2/3



½ x 2 = 1





2/3 x 1 = 2/3





0/2 x 1 = 0
1



2





1





1
Keluarga beresiko mengalami masalah kesehatan (DB)


Keluarga kurang motivasi dalam menjaga sanitasi lingkungan rumah/sikap kurang mendukung tetapi ada keinginan untuk tetap sehat.

Kemungkinan resiko terjadi masalah kesehatan tidak terjadi/dapat dicegah bila motivasi keluarga dapat ditingkatkan untuk menjaga sanitasi lingkungan rumah.

Keluarga tidak merasakan adanya masalah.


Jumlah Skor
2 1/3






                               DAFTAR DIAGNOSA KEPERAWATAN KELUARGA

Nama KK              : Nn. St
Umur                       : 56 th

No
Tgl Muncul
Dx. Kep keluarga
Tgl Teratasi
TT
1.


2.



3.
5-11-2010


5-11-2010



5-11-2010
Perubahan pemeliharaan kesehatan b/d kurangnya motivasi keluarga.

Perilaku mencari bantuan kesehatan tidak efektif b/d kurangnya kemampuan finansial keluarga.

Resiko terjadi masalah kesehatan (DB) b/d kurangnya kemauan keluarga dalam menjaga sanitasi lingkungan rumah.














RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN
Nama KK        : Ny St
Umur               : 56 tahun

No
Diagnosa Keperawatan Keluarga
Tujuan Jangka Panjang
Tujuan Jangka Pendek
Kriteria Standart
Intervnsi
TT
1.
Perubahan pemeliharaan kesehatan b/d kurangnya motivasi keluarga
Diharapkan keluarga mampu memelihara kesehatan penderita hipotensi dan typoid dalam waktu satu tahun
Diharapkan motivasi keluarga dalam pemeliharaan kesehatan anggota keluarganya yang sakit dan pengetahuan tentang penyakit hipotensi dan typoid dapat meningkat  setelah dilakukan tindakan penyuluhan kesehatan
1.     Keluarga memliki motivasi dalam memelihara kesehatan angota keluarga
2.     Keluarga terlibat dalam upaya pemeliharaan kesehatan keluarga
3.     Keluarga mampu menyebutkan kembali pengertian hipotensi dan typoid secara sederhana
4.     Keluarga dapat mnyebutkan kembali minimal 3 penyebab hipotensi dan tipoid
5.     Keluarga mampu menyebutkan kembali lima tanda dan gejala hipotensi dan typoid serta dampak penyakit tersebut dengan benar
1.    Kaji ulang pengetahuan dan motvasi keluarga tentang penyakit hipotensi dan typoid
2.    Beri penjelasan pada keluarga tentang pengertian, penyebab, tanda gejala, dampak, penyakit hipotensi dan typoid
3.    Berikan motivasi pada keluarga untuk memelihara kesehatan anggota keluarganya
4.    Bantu keluarga dalam mengidentifikasi tanda gejala dari penyakit hipotensi dan typoid
5.    Evaluasi ulang motivasi keluarga setelah dilakukan penyuluhan kesehatan

2.
Perilaku mencari bantuan kesehatan tidak efektif b/d kurangnya kemampuan finansial keluarga
Diharapkan keluarga mampu memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau sesuai sumber dana keluarga dalam waktu 6 bulan
Diharapkan keluarga mampu mengatur ulang sumber keuangan dan pengeluaran termasuk untuk biaya kesehatan setelah diberikan penyuluhan kesehatan
1.    Adanya perencanaan kembali pengeluaran keluarga terutama untuk kesehatan
2.    Pernyataan keluarga tentang konsep sehat sakit berubah
3.    Pernyataan kesanggupan keluarga untuk memilih alternatif fasilitas layanan kesehatan yang terjangkau secara finansial

1.      Anjurkan keluarga untuk mengatur ulang kembali sumber pendapatan dan pengeluaran
2.      Anjurkan keluarga merencanakan pembiayaan kesehatan dalamrencana pengeluaran keluarga
3.      Jelaskan tentang konsep sehat sakit
4.      Jelaskan konsep yang tepat tentang situasi sakit dan upaya untukmeningkatkan kesehatan
5.      Jelaskan macam-macam alternatif layanan kesehatan, manfaat, keuntungan dan konsekuensinya terhadap biaya
6.      Motivasi keluarga untuk membuat keputusan dalam memilih layanan kesehatan
7.      Beri support dan dukungan atas keputuan yang telah diambil

3
Resiko terjadi masalah kesehatan (Demam Berdarah) b/d kurangnya kemauan keluarga dalam menjaga sanitasi lingkungan rumah
Diharapkan keluarga tidak mengalami penyakit/masalah kesehatan (Demam Berdarah)dan mampu menjaga sanitasi lingkungan rumah dalam waktu 6 bulan
Diharapkan keluarga mau memelihara sanitai lingkungan rumah dan menunjukkan sikap yang baik dalam upaya pncegahan terjadinya resiko masalah kesehatan (Demam Berdarah) setelah diberikan penyuluhan kesehatan
1.      Keluarga mau dan mampu memelihara sanitasi/ kebersihan lingkungan rumah
2.      Keluarga tidak mengalami masalah kesehatan (Demam Berdarah)
3.      Keluarga mengatakan mengerti cara menjaga sanitasi lingkungan rumah dan akibat sanitasi lingkungan yang kurang meenuhi syarat kesehatan
4.      Berikan motivasi pada keluarga dalam menjaga sanitasi lingkungan rumah
1.      Kaji ulang kemauan keluarga dalam menjaga sanitasi lingkungan rumahnya
2.      Kaji pengetahuan klien tentang pentingnya sanitasi lingkungan, dampak, serta akibat kurangnyakebersihan / sanitasi lingkungan
3.      Berikan penyuluhan keehatan tentang pentingnya sanitasi lingkungan dan dampak yang terjadi dari kurangnya sanitasi lingkungan
4.      Berikan motivasi pada klien untuk menjaga sanitai lingkungan dalam upaya pencegahan dampak kesehatan / terjadinya masalah ksehatan (DB)








CATATAN KEPERAWATAN KELUARGA
Nama KK        : Ny St
Umur               : 56 tahun
No
Tanggal
No Diagnosa Keperawatan
Tindakan
TT
1
5 November 2010
  1.  
1        Mengkaji ulang pengetahuan dan motivasi keluarga tentang penyakit hipotensi dan typoid
R/ : Keluarga mengatakan hipotensi adalah darah rendah dan typoid adalah kelanjutan dari sakit maag. Dan Ny S tahu ia sebenarnya tidak boleh makan makanan pedas dan asam serta buah mentimun tapi tetap memakannya karena ia suka.
2        Memberi penjelasan pada keluarga tentang pengertian, penyebab, tanda gejala, dampak, penyakit hipotensi dan typoid
R/ : Keluarga tampak memperhatikan dan mengerti
3        Memberikan motivasi pada keluarga untuk memelihara kesehatan anggota keluarganya
R/ : Keluarga memperhatikan
4        Membantu keluarga dalam mengidentifikasi tanda gejala dari penyakit hipotensi dan typoid
R/ : Keluarga hanya mampu menyebutkan sat tanda dan gejala hiotensi dan typoid
5        Melakukan evaluasi ulang motivasi keluarga setelah dilakukan penyuluhan kesehatan
R/ : Keluarga agak termotivasi dalam upaya pengubahan pemeliharaan kesehatan anggota kluarganya yang sakit

1
5 November 2010
  1.  
1        Menganjurkan keluarga untuk mengatur ulang kembali sumber pendapatan dan pengeluaran
R/ : Keluarga mempertimbangkan masukan dan pengeluaran
2        Menganjurkan keluarga merencanakan pembiayaan kesehatan dalam rencana pengeluaran keluarga
R/ : Keluarga membuat rencana pembiayaan kesehatan
3        Menjelaskan tentang konsep sehat sakit
R/ : Keluarga memperhatikan
4.       Menjelaskan konsep yang tepat tentang situasi sakit dan upaya untukmeningkatkan kesehatan
R/  Keluarga mengerti
5.    Menjelaskan macam-macam alternatif layanan kesehatan manfaat, keuntungan dan konsekuensinya terhadap biaya.
R/  Keluarga menerti.
6.    Memberi motivasi pada keluarga untuk mengambil keputusan dalam memilih layanan kesehatan.
R/  keluarga termotivasi untuk memilih layanan kesehatan.
7.    Memberi support terhadap keputusan yang telah diambil.
R/  Keluarga termotivasi untuk mengambil keputusan.

3
5 November 2010
  1.  
1)      Mengkaji ulang kemampuan keluarga dalam memelihara / menjaga sanitasi lingkungan rumah.
R/ : Keluarga kurangan memiliki kemauan dalam menjaga sanitasi lingkungan rumah.
2)      Mengkaji pengetahuan klien tentang pentingnya sanitasi lingkungan, dampak serta akibat kurangnya kebersihan / sanitasi lingkungan.
R/ : Keluarga tahu tentang pentingnya sanitasi lingkungan, dampak serta akibat kurangnya kebersihan lingkungan.
3)      Memberikan penyuluhan kesehatan tentang pentingnya sanitasi lingkungan dan dampak buruk kurangnya sanitasi lingkungan.
R/  Keluarga memperhatikan.

4)      Memberikan motivasi pada keluarga untuk menjaga kebersihan lingkungan rumah.
R/ : Keluarga memperhatikan dan termotivasi.

  1.  
7 November 2010
  1.  
1)      Memberikan motivasi pada keluarga untuk memelihara kesehatan anggota keluarga.
R/  Keluarga termotivasi.
2)      Melakukan evaluasi ulang untuk memelihara kesehatan anggota keluarga.
R/  Keluarga termotivasi untuk memelihara kesehatan anggota keluarga.


  1.  
7 November 2010
  1.  
1)      Memberikan motivasi pada keluarga untuk membuat keputusan dalam memilih pelayanan kesehatan.
R/  : Keluarga termotivasi

  1.  
7 November 2010
  1.  
1)      Memberikan motivasi pada keluarga untuk menjaga sanitasi lingkungan rumah.
R/ : Keluarga termotivasi dalam menjaga sanitasi lingkungan rumah




CATATAN PERKEMBANGAN KELUARGA

Nama KK     : Ny. S
Umur            : 56 tahun
No
No. Dx
Evaluasi tanggal 5 November 2010
Evaluasi tanggal 7 November 2010
TT
1
1
Subyektif :
·         Keluarga mengatakan hipotensi adalah darah rendah dan typoid adalah kelanjutan dari sakit maag. Dan Ny S tahu ia sebenarnya tidak boleh makan makanan pedas dan asam serta buah mentimun tapi tetap memakannya karena ia suka.
·         Keluarga dapat mengulang secara sederhana tentang penyakit hipotensi dan typoid. Keluarga hanya mampu menyebutkan satu tanda dan gejala hiotensi dan typoid
·         Keluarga sudah agak termotivasi memelihara kesehatan keluarga.

Obyektif :
·         Keluarga tampak memperhatikan.
·         Keluarga tampak kadang bertanya.

Assesment :
·         Masalah teratasi sebagian.

Planning :
·         Lanjutkan intervensi no. 3, 5.

Subyektif :
·         Keluarga mengatakan termotivasi untuk memelihara kesehatan anggota keluarga dan mulai sekarang akan meningkatkan pemeliharaan kesehatan keluarga.
Obyektif :
·         Keluarga tampak memperhatikan.
·         Keluarga tampak kadang-kadang bertanya.

Assesment :
·         Masalah teratasi

Planning :
·         -


2
2
Subyektif :
·         Keluarga mengatakan akan mempertimbangkan pengaturan pengeluaran dan pendapatan.
·         Keluarga akan membuat perencanaan pembiayaan kesehatan.

Obyektif :
·         Keluarga tampak memperhatikan.
·         Anggota keluarga yang lain tampak kadang bertanya.

Assesment :
·         Masalah teratasi sebagian.

Planning :
·         Lanjutkan intervensi no. 6.

Subyektif :
·         Keluarga termotivasi untuk memilih layanan kesehatan. Keluarga akan memilih pelayanan kesehatan yang murah dan berkualitas.



Obyektif :
·         Keluarga tampak termotivasi dan mengerti namun belum membuat perencanaan pembiayaan


Assesment :
·         Masalah teratasi sebagian.

Planning :
·         Lanjutkan intervensi no. 2


3
3
Subyektif :
·         Keluarga mengatakan tidak akan lagi menggantung-gantungkan baju di kamar.
·         Keluarga mengatakan mau menjaga kebersihan lingkungan termasuk dengan menguras bak mandi 2x seminggu.
·         Keluarga tahu pentingnya sanitasi lingkungan.
·         Keluarga mengatakan akan mengubur kaleng-kaleng bekas yang berserakan disamping rumah supaya tidak bisa jadi sarang nyamuk.

Obyektif :
·         Keluarga tampak memperhatikan.
·         Keluarga tampak kadang bertanya.




Assesment :
·         Masalah teratasi sebagian.

Planning :
·         Lanjutkan intervensi no. 4.

Subyektif :
·         Keluarga mengatakan tahu cara mencegah penyakit DB dan keluarga sudah mengubur kaleng bekas dan sudah menguras kamar mandi.
·         Keluarga tidak lagi menggantungkan baju di kamar.
·         Keluarga termotivasi untuk menjaga snitasi lingkungan.






Obyektif :
  • Keluarga tampak memperhatikan dan termotivasi
·         Keluarga kadang bertanya.
·         Tidak tampak kaleng-kaleng berserakan disamping rumah dan tidak ada bju-baju digantung di kamar.

Assesment :
·         Masalah teratasi.

Planning :
-






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar