Total Tayangan Laman

Senin, 14 Februari 2011

laporan pendahuluan harga diri rendah

LAPORAN PENDAHULUAN
HARGA DIRI RENDAH

1.MASALAH UTAMA
            Harga Diri Rendah

2.PROSES TERJADINYA MASALAH

a. Pengertian
Konsep diri adalah semua ide, pikiran, perasaan, kepercayaan dan endirian yang diketahui individu dalam  berhubungan dengan oranglain. Konsep diri adalah cara individu memandang dirinya secara utuh baik fisi, emosi, intektual, social dan spiritual
            Komponen konsep diri:
·         Citra diri(body image) adalah sikap individu terhadap tubuhnya baik disadari atau tidak disadari meliputi persepsi masa lalu atau sekarang mengenai ukuran dan bentuk, fungsi, penampilan dan potensi tubuh
·         Ideal diri(self ideal) adalah prsepsi individu tentang bagaimana ia seharusnya bertingkah laku berdasarkan standart pribadi
·         Harga diri(self esteem) adalah penilaian pribadi terhadap hasil yang dicapai dengan menganalisis berapa banyak kesesuaian tingkah laku dengan ideal dirinya.
·         Peran diri(self roll)adalah serangkaian pola sikap perilaku, nilai dan tujuan yang diharapkan oleh masyarakat dihubungkan dengan fungsi  individu  dalam kelompok social.
·         Identitas diri(self identity)adalah kesadaran tentang diri sendiri yang dapat diperoleh individu dari hasil observasi dan penilaian terhadap diri, menyadari individu bahwa dirinya berbeda dari orang lain.
(Suliswati, dkk:2005)
Harga diri rendah adalah perasaan tidak berharga, tidak berarti dan rendah diri yang berkepanjangan akibat evaluasi negative terhadap diri sendiri dan kemampuan diri (pelatihan askep jiwa).
Harga diri rendah adalah keadaan dimana individu  mengalami evaluasi diri negatif  mengenai diri atau kemampuan diri. (Carpenito, L.J :1998:3)
Harga diri rendah merutpakan evaluasi diri dan perasaan tentang diri atau kemampuan diri yang negative baiklangsung maupun tidak langsung.(Towsend, 1998:189)
Dari pendapat di atas disimpulkan harga diri rendah merupakan suatu  perasaan  negative terhadap diri sendiri, hilangnya kepercayaan diri dan gagal mencapai tujuan yang diekspresikan secara langsung maupun tidak langsung, penurunan harga diri ini bersifat situasional maupun kronis atau menahun

b. Tanda dan Gejala
Menurut L. J Carpenito (1998 :352), A.B Keliat (1994:120), perilaku yang berhubungan dengan harga diri rendah antara lain :
DS :
·         Mengkritik diri sendiri atau orang lain
·         Perasaan tidak mampu
·         Pandangan hidup yang pesimis
·         Perasaan lemah dan takut
·         Penolakan terhadap kemampuan diri sendiri
·         Pengurangan diri/mengejek diri sendiri
·         Hidup yang berpolarisasi
·         Ketidakmampuan menentukan tujuan
·         Mengungkapkan kegagalan pribadi
·         Merasionalisasi penolakan
DO :
·         Produktivitas menurun
·         Perilaku destruktiv pada diri sendiri dan orang lain
·         Penyalahgunaan zat
·         Menarik diri dari hubungan social
·         Ekspresi wajah malu dan rasa bersalah
·         Menunjukkan tanda depresi (sukar tidur dan sukar makan)
·         Tampak mudah tersinggung /mudah marah

 c. Terjadinya Masalah
Individu yang kurang mengerti akan arti dan tujuan hidup akan gagal menerima tanggung jawab untuk diri sendiri dan orang lain. Ia akan tergatung pada orang tua dan gagal mengembangkan kemampuan diri sendiri. Ia mengingkari kebebasan dan mengekspresikan seuai termasuk kemungkinan berbuat kesalahan dan menjadi tidak sabar., kasar dan banyak menuntut diri, sehingga ideal diri yang ditetapkan tidak tercapai.
Harga diri rendah dapat terjadi karena adanya kgagalan atau berduka disfungsional dan individu yang mengalami gangguan ini mempunyai koping yang tidak konstruktif atau kopingnya mal adaptif. 

 d. Mekanisme Koping
Menurut Stuart dan Sundeen yang dikutip oleh Anna Budi Keliat,1998,mekanisme koping pada pasien dengan gangguan konsep diri menjadi 2 yaitu:
1.      Koping jangka pendek
Ø    Aktifitas yang dapat memberikan kesempatan lari sementara dari kasus
1.      Aktifitas yang dapat memberikan kesempatan mengganti identitas sementara
2.      Aktifitas yang memberikan kekuatan atau dukungan sementara terhadap konsep diri atau identitas yang kabur.
3.      Aktifitas yang member arti dalam kehidupan
 2.      Koping jangka panjang
Semua koping jangka pendek dapat berkembang menjadi koping jangka panjang. Penyelesaian positif akan menghasilkan identitas an keunikan individu

e. Penyebab
a)      Faktor predisposisi
1.      Gangguan citra tubuh
Mekanisme : Gangguan citra tubuh merupakan perubahan persepsi tentang tubuh yang diakibatkan oleh  perubahan, ukuran, bentuk, struktur, fungsi, keterbatasan makna dan objek yang sering kontak dengan tubuh, pasien biasanya tidak dapat menerima , merasa kurang sempurna, kemudian menjadi harga diri rendah
Tanda :     
·         Kehilangan/ kerusakan bagian tubuh
·         Perubahan ukuran, bentuk dan penampilan tubuh(akibat tumbuh kembang /penyakit)
·         Prosedur patologik penyakit dan dampaknya terhadap strutur maupun fungsi tubuh.
·         Prosedur pengobatan seperti radiasi, kemoterapi, transplantasi
2. Koping individu tidak efektif:
Mekanisme:Kelaianan perilaku adaptif dan kemampuan memecahkan permasalahan seseorang dalam memenuhi tuntutan kehidupan peran / kegagalan yang dialami dan fantasi yang terlalu tinggi yang tidak dapat dicapai membuat frustasi dengan timbulnya harga diri rendah.

3.Gangguan harga diri :
v   Pendekatan diri dengan orang lain
v   Kurang penghargaan
v   Pola asuh yang salah, terlalu dilarang, terlalu dikontrol, terlalu dituntut, selalu dituntut, dan tidak konsisten
v   Persaingan antara saudara
Kesalahan dan kegagalan yang berulang
v   Tidak mampu mencapai standar yang ditentukan
4.Gangguan peran diri :
v  Transisi peran yang sering terjadi pada proses perkembangan, perubahan situasi, dan keadaan sehat-sakit
v  Ketegangan peran, ketika individu menghadapi 2 harapan yang bertentangan secara terus menerus yang tidak terpenuhi
v  Keraguan peran, ketika individu kurang pengetahuannya tentang harapan peran yang spesifik dan bingung tentang tingkah laku  peran yang sesuai
3.   Gangguan identitas diri :
v  Ketidak percayaan orangtua pada anak
v  Tekanan dari teman sebaya
v  Perubahan struktur social
4.      Faktor presipitasi
5.      Trauma
6.      Ketegangan peran :
v  Transisi peran perkembangan
v  Transisi peran situasi
v  Transisi peran sehat-sakit

f. Akibat
Ø  Perubahan penampilan peran
Mekanisme : berubah atau berhentinya fungsi peran seseorang yang disebabkan oleh penyakit merupakan akibat dari harga diri rendah
Ø  Keputusasaan
Mekanisme : merupakan persepsi bahwa tindakan seseorang tidak akan mempengaruhi hasil karena kurang percaya diri dengan kemampuan karena menganggap dirinya tidak mampu
Ø  Menarik diri
Mekanisme : perilaku  menarik diri merupakan percobaan untuk menghindari interaksi dengan orang lain karena menganggap dirinya tidak pantas di lingkungan yang merupakan akibat dari harga diri rendah
            Rentang Respon Konsep Diri




             Respon adaptif                                                                       Respon maladaptive





           Aktualisasi Diri            Konsep Diri Positif   Harga Diri Rendah Kekacauan Identitas Deprsonalisasi
Keterangan :
1.                  Aktualisasi Diri
Pernyataan diri tentang konsep diri yang positif dengan latar belakang pengalaman nyata yang sukses da diterima.
2.                  Konsep Diri Poitif
Penglaman yang positif yang beraktualisasi diri.karater individu dengan konsp diri yang positif :
o   Mampu membina hubungan pribadi mempunyai temn dan mudah bersahabat
o   Mampu bepiker dan membuat keputusan
o   Dapat beradaptasi dan nenguasai lingkungan
3.                  Harga diri rendah
Transisi antara respon adatif dan maladatif. Perubhan perilaku yang berhubungan dengan hearga diri rendah : mengkritik diri sendiri,merasa brsalah dan khawatir,merasa tidak mampu menunda keputusan,gangguan berhubungan,menarik diri dari realita,merusak diri,membesar-besarkan diri sebagai orang pentingperasaan negative terhadap tubuh,ketegangan peran,pesimis,keluhan fisik,penyalahgunaan zat.
4.                  Kekacauan identitas
Identitas gagal dalam mengintegrasikan aspek-aspek identitas masa kanak-kanak ke dalam kematangan aspek psikososial kepribadian masa dewasa yang harmonis. Perubahan perilaku yang berhungan dengan kekacauan identitas : tidak melakukan kode moral,kepribadian yang bertantangan,hubungan intrepersonal yang eksploitatif,perasaan hampa,perasaan mengambang tentang diri,kekacauan identitas seksual,kecemasan tinggi,ideal diri tidak realistis,tidak mampu berempati terhadap orang lain.
5.                  Depersonalisasi
Perasaan yang tidak realistis dan asing terhadap diri sendiri yang berhubungan dengan kecemasan,kepanikan serta tidak dapat membedakan dirinya dengan orang lain. Perubahan perilaku yang berhubungan dengan depersonalisasi :
o   Afektitif : Kehilangan identitas diri,merasa asing dengan diri sendiri,perasaan tidak nyata,merasa sangat terisolasi,tidak adaperasaanberkesinambungan,tidak mampu mencari kesenangan.
o   Persepsi : Halusinasi pendengaran atau penglihatan,kekacauan identitas seksual,sulit membedakan diri dengan orang lain,gangguan citra tubuh,menjalani kehidupan seperti daam mmimpi.
o   Kognitif : Bingung,disorientasi waktu,gangguan berfikir,gangguan daya ingat,gangguan penilaian.
o   Perilaku : Pasif,komunikasi tidak sesuai,kurang spontanitas,kurang pengendalian diri,kurang mampu membuat keputusan,menarik diri dari ubungan social.

g. Mekanisme pertahanan ego
a.         Fantasi,kemampuan menggunakan tanggapan-tanggapan yang sudah adantuk menciptakan tanggapan baru
b.                  Disosiasi,respon yang tidak sesuai denga stimulus
c.                   Isolasi,menghindarkan diri dari interaksi dengan lingkungan luar
d.                  Projeksi,kelemahan dan kekurangan pada diri sendiri dan di lontarkan pada orang lain
e.       Displacement,mengeluarkan perasaan-perasaan yang tertakan pada orang yang kurang mengancam dan menimbulkan reaksi emosi

h. POHON MASALAH

            Resiko perilaku kekerasan


Perubahan persepsi sensori : Halusinasi                                          Defisit perawatan diri


                      Isolasi sosial                                                              Motivasi kurang



                    Harga diri rendah

 

       Tidak efektivnya koping individu
I . MASALAH KEPERAWATAN DAN DATA YANG PERLU DIKAJI
A . Harga diri rendah
Data yang perlu dikaji :
-          Perubahan persepsi - sensori
-          Perubahan pola seksualitas
-          Distress spiritual , kesejahteraan spiritual
-          Proses pikir dan perubahan
B . Koping individu tidak efektif :
Data yang perlu dikaji :
-          Sumber koping
-          Strategi menghadapi masalah
-          Perubahan perilaku
-          Status emosi pasien
C . Isolasi sosial – Menarik diri
Data yang perlu dikaji :
-          Mengungkapkan tak berdaya , tak ingin hidup
-          Enggan bicara dengan orang lain
-          Malu bertemu dan berhadapan dengan orang lain
-          Ekspresi wajah kosong
-          Suara pelan dan tidak jelas
J . DIAGNOSA KEPERAWATAN
1 .  Gangguan konsep diri : Harga diri rendah
2 . Koping individu tidak efektif
3 . Isolasi sosial 

TINDAKAN KEPERAWATAN
 Dx I     : Harga Diri Rendah
TUM   : Klien mempunyai konsep diri yang positif.
TUK I : Klien dapat membina hubungan saling percaya dengan perawat.
Kriteria evaluasi
            Setelah ….x interaksi, klien menunjukkan ekspresi wajah bersahabat, menunjukkan rasa senang, ada kontak mata, mau berjabat tangan, mau menyebutkan nama, mau menjawab salam, klien mau duduk berdampingan dangan perwat, mau mengutarakan masalah yang di hadapi.
Intervensi:
1)      Bina hubungan saling percaya dengan menggunakan prinsip komunikasi terapeutik :

·         Sapa klien dengan ramah baik verbal maupun non verbal
·         Perkenalkan diri dengan sopan
·         Tanyakan nama lengkap dan:
·          nama panggilan yang disukai klien
·         Jelaskan tujuan pertemuan
·         Jujur dan menepati janji
·         Tunjukkan sikap empati dan menerima klien apa adanya
·         Beri perhatian dan perhatikan kebutuhan dasar klien

TUK 2 : Klien dapat mengidentifkasi aspek kognitif dan kemempuan yang dimiliki
Kriteria evaluasi:
            Setelah …x interaksi klien menyebutkan :.
·         Aspek kognitif dan kemampuan yang dimiliki
·         Aspek positif keluarga
·         Aspek positif lingkungan klien
Intervensi :
            2.1 Diskusikan dengan klien tentang :
·         Aspek positif yang dimiliki klien, keluarga, lingkungan
·         Kemampuan yang dimilki klien
2.2 Bersama klien buat daftar tentang :
·         Aspek posirtif klien, keluarga, lingkungan
·         Kemampuan yang dimiliki klien.
2.3 Beri pujian yang realistis, hindarkan memberi penilaian negative
2.4 Anjurkan klien mengikuti TAK peningkatan harga diri sesi 1 : identifikasi hal positif klien.

TUK 3 : Klien dapat menilai kemampuan yang dimiliki untuk diolaksanakan
Kriteria evaluasi :
            Setelah …x interaksi klien menyebutkan  kemampuan yang dapat dilaksanakan.
Intervensi :
            3.1Diskusikan engan klien kemampuan yang dapat dilaksanakan
            3.2 Diskusikan kemampuan yang dapat dilanjutkan pelaksanaannya.
TUK 4 : Klien dapat merencanakan kegiatan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
Kriteria evaluasi :
            Setelah …x interaksi klien membuat rencana kegiatan harian.
Intervensi :
4.1 Rencana bersama klien aktivitas yang dapat dilakukan setiap hari sesuai kemampuan klien :
·          Kegiatan mandiri
·         Kegiatan dengan bantuan
4.2 Tingkatkan kegiatan sesuai kemampuan klien
4.3 Beri contoh cara pelaksanaan kegiatan yang dapat klien lakukan

TUK 5 : Klien dapat melakukan kegiatan sesuai rencana yang dibuat dan terlibat dalam TAK stimulasi persepsi peningkatan harga diri.
Kriteria evaluasi :
               Setelah …x interaksivklien melakukan kegiatan sesuai jadwal yang dibuat dan terlibat dalam TAK stimulasi persepsi peningkatan harga diri.
Intervensi :
            5.1 Anjurkan klien untuk melaksanaksan kegiatan yang telah dilaksanakan
            5.2 Pantau kegiatan yang dilaksanakan klien
            5.3 Libatkan klien dalam TAK stimulasi persepsi peningkatan harga diri
            5.4 Beri pujian atas usaha yang dilakukan klien
            5.5 Diskusikan kemungkinan pelaksanakan kegiatan setelah pulang.

TUK 6 : Klien dapat memanfaatkan system pendukung yang ada
Kriteria evaluasi:
            Setelah …x interaksi klien memanfaatkan system pendukung yang ada dikeluarga.
            6.1 Beri pendidikan kesehatan pada keluarga tentang cara merawat klien dengan
                  harga diri rendah.
            6.2 Bantu keluarga memberikan dukungan selama klien dirawat
            6.3 Bantu keluarga menyiapkan lingkungan rumah
Dx II : koping individu tidak efektif
TUM : Pasien mempunyai koping yang efektit
TUK I : Pasien dapat mengidentifikasi perasaannya secara jelas:
Kriteria evaluasi :
            Pasien mengekspresikan perasaanya secara bebas
Intervensi :
1.      Izinkan pasien untuk menangis
2.      Sediakan kertas, alat tulis jika klien belum mau bicara
3.      Nyatakan kepada pasien bahwa perawat dapat mengerti apabila dia belum siap membicarakan masalahnya
TUK 2 : Pasien dapat mengidentifikasi koping dan perilaku yang berkenaan dengan kejadian yang dihadapinya.
Kriteria evaluasi :
            Klien dapat mengidentifikasi koping dan perilaku yang berkenaan dengan kejadian yang dihadapinya.
Intervensi :
1.      Tanyakan kepada klien apa pernah mengalami hal yang sama
2.      Tanyakan cara yang dapat dilakukan dalam mengatasi perasaan dan masalah.
3.      Identifikasi koping yang pernah dipakai
4.      Diskusikan dengan pasien alternative koping yang tepat
TUK 3 : Pasien dapat mengidentifikasi pola kognitif yang negative
Kriteria evaluasi :
            Pasien dapat memodifikasi pola kognitif yang negatife
Intervensi :
            1. Diskusikan tentang masalah yang dihadapi pasien
            2. Identifikasi pemikiran negative
            3. Bantu pasien meningkatkan pemikiran yang negative
            4. Kurangi penilaian negative terhadap dirinya
            5. Evaluasi ketetapan persepsi, logika kesimpulan yang dibuat pasien
            6. Bantu pasien untuk menyadari nilai yang dimiliki
TUK 4 : Pasien dapat berpartisipasi dalam pengambilan keputusan yang berkenaan
              dengan perawatan dirinya,
Kriteria evaluasi :
Pasien berpartisipasi dalam pengambilan keputusan yang berkenaan dengan perawatan dirinya.
Intervensi :
1.      Libatkan pasien dalam menetapkan tujuan perawatannya yang ingin dicapai.
2.      Motivasi pasien untuk membuat jadwal aktivitas perawatan diri
3.      Berikan pasien privasi sesuai kebutuhan yang ditentukan
4.      Berikan reinforcement positif untuk keputusan yang dibuat
5.      Berikan pujian jika pasien berhasil melakukan kegiatan penampilan yang bagus
6.      Motivasi pasien untuk mempertahankan kegiatan tsb.
TUK 5 : Pasien diapat memotivasi untuk aktif mencapai tujuan yang realistic
Kriteria evaluasi :
Pasien memotivasi untuk aktif  mencapai tujuan yang realistic
Intervensi :
1.      Bantu klien untuk menetapkan tujuan yang realistic, fokuskan kegiatan pada saat ini dan bukan kegiatan masa lalu
2.      Bantu klien mengidentifikasi situasi kehidupan yang dapat dikontrolnya.
3.      Identifikasi cita-cita yang ingin dicapai oleh klien
4.      Dorong untuk berpartisipasi dalam aktivitas tersebut dan berikan penguatan positif untuk berpartisipasi dan pencapaiannya.
5.      Motivasi keluarga untuk berperan aktif dalam menurunkan perasaan tidak bersalah klien.

 
STRATEGI PELAKSANA
HARGA DIRI RENDAH
           
  1. Proses Keperawatan
    1. Kondisi klien
Klien tenang, perhatian ada, kurang bicara
    1. Diagnosa keperawatan
Harga diri rendah
    1. Tujuan
1.      Pasien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki
2.      Pasien dapat menilai kemampuan yang dapat digunakan
3.      Pasien dapat menetapkan atau memilih kegiatan sesuai kemampuan
4.      Pasien dapat menyusun jadual untuk melakukan kegiatan yang sudah dilatih
    1. Tindakan keperawatan
a.       Mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang masih dimiliki pasien
b.      Membantu pasien menilai kemampuan yang dapat digunakan
c.       Membantu pasien memilih atau menetapkan kemampuan yang akan dilatih
d.      Melatih kemampuan yang dipilih pasien
e.       Membantu menyusun jadual pelaksanaan kemampuan yang dilatih

  1. Strategi komunikasi
SP I pasien  :  Mendiskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki pasien, membantu Pasien menilai kemampuan yang masih dapat digunakan, membantu Pasien memilih / menetapkan kemampuan yang akan dilatih, melatih Kemampuan yang sudah dipilih dan menyusun jadual pelaksanaan Kemampuan yang telah dilatih dalam rencana harian
No.
Tahap
Perawat
Pasien
1.













2.



















































3.
Orientasi













Kerja



















































Terminasi
- Assalamualaikum, bagaimana keadaan bapak hari ini ? bapak terlihat segar ya!
- Bagaimana kalau kita bercakap-cakap tentang kemampuan dan kegiatan yang pernah bapak lakukan?
- Setelah itu kita akan menilai kegiatan mana yang masih dapat bapak ali lakukan di rumah sakit.
- Setelah kita nilai, kita akanpilih satu kegiatan untuk kita latih
-Bagaimana kalau kita duduk di ruang tamu? Berapa lama ? Bagaimana kalau 20 menit?

-Bapak apa saja kemampuan yang bapak miliki?bagus,apa lagi?
-saya buat daftarnya ya?
-apa pula kegiatan lain yang biasa bapak lakukan?
-bagaimana dengan merapikan kamar?,membaca buku.mengoprasikan computer,dll
-wahhhhh,bagus sekali,banyak kemampuan dan kegiatan yang bapak miliki.
-bapak,dari  lima kegiatan ini,yang mana yang masih bisa dapat dikerjakan di rumah sakit ini?
-coba kita lihat,yang pertama bisakah?yang kedua sampai lima ( misalnya ada 3 yang masih bisa di lakukan).
-bagus sekali.ada 3 kegiatan yang masih bisa di kerjaakn di RS ini.
-sekarang,coba bapak pilih salah satu kegiatan yang masih dapat dikerjakan diRSini.
-oooo,yang NO satu? Merapikan tempat tidur?
Kalau begitu , bagaimana kalau sekarang kita latihan merapikan tempat tidur bapak?
-coba lihat,sudah rapikah tempat tidurnya?
-nahhh,kalau kita mau merapikan tempat tidur mari kita pindahkan bantal dan selimutnya
-bagus,sekarang kita angkat spreinya dan kasurnya kita balik
-nah,sekarang kita pasang lagi spreinya,kita mulai dari arah atas.
-ya,bagus!
-sekarang sebelah kiri tarik dan masukkan  , lalu sebelah pinggir masukkan.sekarang ambil bantal,rapikan, dan letakkan sebelah atas atau kepala. Mari kita lipat selimut, nah..letakkan disebelah bawah atau kaki. Bagus!
- bapak sudah merapikan tempat  tidur dengan baik sekali.. coba perhatikan bedakah dengan sebelum dirapikan? Bagus..
- coba bapak lakukan dan jangan lipa membri tanda MMM (mandiri), kalau bapak lakukan tanpa disuruh tulis B (bantuan), jika diingatkan bisa melakukan dan T (tidak) jika tidak melakukan.

- Bagaimana perasaan bapak setelah kita bercakap-cakap dan latihan merapikan tempat tidur?..
- Ya Bapak, ternyata banyak memiliki kemampuan yang dapat dilakukan di RS ini!
Salah satunya, merapikan tempat tidur yang sudah bapak praktekkan dengan baik sekali.
- nah…kemampuan ini dapat dilakukan juga dirumah setelah pulang.
- sekarang mari kita masukkan pada jadwal harian bapak. Mau barapa kali sehari merapikan tempat tidur? Bagus…2x yaitu pagi-pagi jam berapa?lalusehabis istirahat,jam 16.00.
- besok pagi kalau latihan lagi kemampuan yang kedua, bapak masih ingat kegiatan apa lagi yang mampu dilakukan di RS ini selain merapikan tempat tidur? Ya Bagus, mencuci piring. Kalau begitu kita latihan mencuci piring besok jam 08.00 pagi di dapur ruangan ini sehabis makan pagi, sampai jumpa yaaa…

                                     
SP 2 Pasien : Melatih pasien melakukan kegiatan lain yang sesuai dengan kemampuan pasien.
NO
FASE
PERAWAT
PASIEN

1.

ORIENTASI

















KERJA






































TERMINASI

· “Assalamualaikum, bagaimana perasaan bpk/ibu pagi ini? Wah, tampak cerah”
· “Bagaimana bpk/ibu, sudah dicoba merapikan tempat tidur sore kemarin?”
· “Bagus kalau sudah dilakukan”
· “Masih ingat apa kegiatan/kemampuan yang ke dua?”
· “ Ya benar, kita akan melakukan latihan mencuci piring di dapur ruangan ini, waktunya sekitar 15 menit”
· “ Mari kita ke dapur”


· “ Bpk/ibu, sebelum kita mencuci piring kita perlu siapkan dulu perlengkapanya, yaitu: sabut untuk membersihkan piring, sabun khusus untuk mencuci piring, dan air untuk membilas, bisa menggunakan air yg mengalir dari kran ina.”
· “ Oia, jangan lupa sediakan tempat sampah untuk membuang sisa makanan.”
· “ sekarang saya perlihatkan dulu caranya.”
· “ Setelah semua perlengkapan tersedia, ambil satu piring kotor, lalu buang dulu sisa kotoran yang ada di piring tersebut ke tempat sampah, kemudian bersihkan piring tersebut dengan menggunakan sabut yang sudah diberikan sabun pencuci piring. Setelah selesai disabuni, bilas dengan air bersih sampai tidak ada busa di piring tersebut.”
· “Setelah itu, bisa mengeringkan piring yang sudah bersih tadi di rak yang sudah tersedia di dapur.” “nah... selesai...”
· “ Sekarang coba bpk/ibu yang lakukan”
· “ Bagus sekali.... bpk/ibu bisa mempraktekan cuci piring dengan baik. Sekarang dilap tanganya.”

· “ Bagaimana perasaan bapak/ibu setelah latihan cuci piring?”

· “ Bagaimana jika kegiatan cuci piring ini dimasukkan menjadi kegiatan sehari-hari”

· “ mau berapa kali bpk/ibu mencuci piring?”

· “  bagus sekali bpk/ibu mencuci piring 3x setelah makan”

· “Besok kita akan melakukan latihan kemapuan ke 3”

· “Setelah merapikan tempat tidur dan cuci piring. Masih ingat kegiatan apakah itu?”

· “ Ya benar, kita akan melakukan latihan mengepel, mau jam berapa? Sama dengan sekarang? Sampai jumpa.......”





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar